WISATA KOTA TUA JAKARTA MEMBAWAMU KEMBALI KE MASA BELANDA

Berkunjung ke Jakarta, kurang lengkap rasanya jika kamu belum mengunjungi salah satu tempat wisata bersejarah ini, yaitu Kota Tua Jakarta. Kota Tua terletak di Kawasan Kota Tua, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat. Berikut ini adalah kawasan wisata Kota Tua yang bisa membawamu kembali ke masa Belanda.

Museum Fatahillah

Salah satu obyek wisata yang menarik di Kota Tua Jakarta adalah Museum Fatahillah. Museum ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kota Tua Jakarta. Pada masa penjajahan Belanda, gedung ini difungsikan sebagai balai kota yang pada waktu itu dikenal dengan nama Stadhius. Selain balai kota, pernah juga difungsikan sebagai pengadilan, kantor catatan sipil, tempat ibadah Minggu, dan tempat Dewan Kotapraja.

Museum Fatahillah terdiri dari tiga lantai, berikut ini adalah barang-barang peninggalan zaman penjajahan Belanda yang ada di Museum Fatahillah :

  • Lantai bawah. Di lantai bawah ada berbagai macam barang peninggalan VOC seperti patung, keramik yang dibuat menjadi kerajinan seperti prasasti, gerabah dan berbagai macam penemuan berwujud bebatuan yang ditemukan oleh arkeolog. Ada juga barang peninggalan kerajinan dari suku Betawi asli misalnya saja adalah dapur dengan ciri khas Suku Betawi saat tempo dulu.
  • Lantai Dua. Di lantai dua ada benda bersejarah seperti perabotan peninggalan para bangsa Belanda seperti tempat tidur dengan desain Belanda, lukisan Belanda dan arsitektur Belanda berupa jendela besar yang menghadap ke bagian alun-alun.
  • Ruang bawah tanah. Di ruang bawah tanah kamu bisa melihat penjara untuk para tahanan yang saat itu berusaha melawan penjajah Belanda. Di ruang bawah tanah ada 5 ruangan sempit, sangat pengap dan ada bandul besi di ruangan itu. Bandul besi itu digunakan sebagai belenggu bagi kaki para tahanan.

Museum Bank Indonesia

Seperti yang kita tahu Bank Indonesia (BI) merupakan bank central yang ada di Indonesia. Museum Bank Indonesia awalnya merupakan sebuah rumah sakit bernama Binnen Hospital yang kemudian pada tahun 1828 dialihfungsikan menjadi bank dengan nama De Javashe Bank (DJB).

Namun, di tahun 1962, Bank Indonesia kemudian dipindah ke gedung baru. Gedung lama kemudian dilestarikan menjadi Museum Bank Indonesia yang diresmikan pada 15 Desember 2006.

Ketika memasuki lobi museum, kita akan melihat sebuah kaca patri yang sangat indah. Selain itu, di dalamnya juga terdapat 324 kaca patri lain yang semuanya dibuat di Atelier Jan Schouten, Delft, Belanda, pada periode 1922 – 1935.

Museum Seni Rupa dan Keramik

Merupakan museum yang berada di dalam kawasan wisata Kota Tua Jakarta. Museum ini pertama kali dibangun oleh seorang arsitek bernama Jhe. W.H.F.H. van Raders pada tahun 1870.

Sedikitnya ada 350 lukisan dan ada 1.350 jenis keramik dari berbagai daerah misalnya saja dari Asia, Eropa dan tentunya juga dari nusantara Indonesia. Keunikan dari museum ini adalah museum ini memiliki keramik yang berasal dari kerjaan Majapahit di abad ke-14 dimana keramik itu memiliki berbagai macam kesitimewaan dan keindahan serta memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Jadi setelah kamu membaca ulasan diatas, pasti kamu merasa tertarik untuk berkunjung ke Kota Tua Jakarta kan? Kami sarankan jika kamu ingin berlibur jangan sendirian, ajak keluarga atau kerabat dekatmu agar liburanmu lebih berwarna.